Senin, 09 April 2018

Adakah Janji?


M. Shoim Anwar

 
KEDUNG ADEM


Saat kedung adem mengeringkan rumpun bambumu
Telaga telah menganga dahaga
Kukayuh pedal mencari sisa hujan
Di celah senyum yang tak juah rekah           
Bekisaranmu tak lagi berkokok          
Sangkar di teras telah lama menunggu
Dan ketika hujan datang seperti cinta yang kemaruk
Telaga-telaga melupakan asmaranya
Rumpun merimbun bersama rebung
Bekisar di teras rumahmu melagu merdu
Tapi aku takut mengayuh pedal kembali
Luapan itu bisa melepaskanku di dasar kali
Adakah kau masih menyimpan janji….

 


KRITIK / TELAAH MENGENAI
PUISI “KEDUNG ADEM”

A.           Biodata Penulis
M. Shoim Anwar lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang Jawa Timur. Setamat dari SPG di kota kelahiran, beliau melanjutkan kuliah dengan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, hingga memperoleh gelar doktor dengan predikat cumlaude. Beliau telah banyak mengeluarkan karya seperti menulis cerpen, esai, dan puisi. 

B.            Alur Cerita
Puisi dengan judul “Kedung Adem”. Memiliki alur tentang hati sang kekasih yang sangat dingin karena ego yang dimiliki sangat kuat.  Hatinya telah haus dengan kasih sayang. Penulis berusaha mencari sisa-sisa cinta di dalam hati kekasihnya, walau senyum kekasihnya tak nampak lagi. Omelan kekasihnya tidak lagi terdengar. Penulis inginkan kembali pulang dalam hati kekasihnya.  Dan, saat cinta itu datang kembali secara bersamaan, hati dan cinta penulis merasa senang tak terkira karena kekasihnya mulai luluh dan membuka pintu hatinya. Namun, penulis tidak berani menjalin cinta kembali seperti semula karena masa lalu yang pernah dialaminya. Ingatan itu masih sangat segar di otaknya. Ia  juga berpikir, apakah benar kekasihnya masih ingat dengan janji dulu yang pernah mereka buat.
C.           Kelebihan dan Kekurangan
1)             Kelebihan
a)       Penulis menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran, sehingga ia berpikir matang-matang untuk menjalin hubungan kembali.
b)      Tidak patah semangat dalam mencapai keinginannya.
c)       Kata-kata yang dipakai penulis dalam mengibaratkan sangat bersastra.
2)             Kekurangan
a)       Sang penulis kurang berani dalam mengambil resiko lagi dalam mencintai karena telah mengalami pengalaman buruk.
b)          Terlalu fokus dalam memikirkan masa lalu yang pernah terjadi menimpanya. 
D.           Simpulan
Puisi dengan judul “Kedung Adem”. menceritakan tentang penulis yang telah lama menunggu datangnya kembali sang pujaan hati yang telah lama saling berjanji. ingin menjalin kembali cerita cinta bersama kekasihnya, namun ia takut karena masa lalu yang telah menimpanya begitu pekat terasa diingatannya.
E.            Saran
1)            Beranilah dalam mengungkapkan perasaan jika masih memiliki rasa.
2)    Beranilah mengambil resiko. Apabila memang sudah merasa lelah, pergilah mencari seseorang yang dapat membuatmu bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar