M. Shoim Anwar
KEDUNG ADEM
Saat
kedung adem mengeringkan rumpun bambumu
Telaga
telah menganga dahaga
Kukayuh
pedal mencari sisa hujan
Di celah senyum yang tak juah rekah
Bekisaranmu tak lagi berkokok
Sangkar di teras telah lama menunggu
Dan ketika hujan datang seperti cinta
yang kemaruk
Telaga-telaga melupakan asmaranya
Rumpun merimbun bersama rebung
Bekisar di teras rumahmu melagu merdu
Tapi aku takut mengayuh pedal kembali
Luapan itu bisa melepaskanku di dasar
kali
Adakah kau masih menyimpan janji….
KRITIK
/ TELAAH MENGENAI
PUISI
“KEDUNG ADEM”
A.
Biodata
Penulis
M.
Shoim Anwar lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang Jawa Timur. Setamat dari SPG
di kota kelahiran, beliau melanjutkan kuliah dengan jurusan Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, hingga
memperoleh gelar doktor dengan predikat cumlaude.
Beliau telah banyak mengeluarkan karya seperti menulis cerpen, esai, dan
puisi.
B.
Alur
Cerita
Puisi
dengan judul “Kedung Adem”. Memiliki
alur tentang hati sang kekasih yang sangat dingin karena ego yang dimiliki
sangat kuat. Hatinya telah haus dengan
kasih sayang. Penulis berusaha mencari sisa-sisa cinta di dalam hati
kekasihnya, walau senyum kekasihnya tak nampak lagi. Omelan kekasihnya tidak
lagi terdengar. Penulis inginkan kembali pulang dalam hati kekasihnya. Dan, saat cinta itu datang kembali secara
bersamaan, hati dan cinta penulis merasa senang tak terkira karena kekasihnya
mulai luluh dan membuka pintu hatinya. Namun, penulis tidak berani menjalin
cinta kembali seperti semula karena masa lalu yang pernah dialaminya. Ingatan
itu masih sangat segar di otaknya. Ia
juga berpikir, apakah benar kekasihnya masih ingat dengan janji dulu
yang pernah mereka buat.
C.
Kelebihan
dan Kekurangan
1)
Kelebihan
a) Penulis menjadikan masa lalu sebagai
pembelajaran, sehingga ia berpikir matang-matang untuk menjalin hubungan
kembali.
b) Tidak patah semangat dalam mencapai
keinginannya.
c) Kata-kata yang dipakai penulis dalam
mengibaratkan sangat bersastra.
2)
Kekurangan
a) Sang penulis kurang berani dalam
mengambil resiko lagi dalam mencintai karena telah mengalami pengalaman buruk.
b) Terlalu fokus dalam memikirkan masa lalu
yang pernah terjadi menimpanya.
D.
Simpulan
Puisi dengan judul “Kedung Adem”. menceritakan tentang
penulis yang telah lama menunggu datangnya kembali sang pujaan hati yang telah
lama saling berjanji. ingin menjalin kembali cerita cinta bersama kekasihnya,
namun ia takut karena masa lalu yang telah menimpanya begitu pekat terasa
diingatannya.
E.
Saran
1) Beranilah dalam mengungkapkan perasaan
jika masih memiliki rasa.
2) Beranilah mengambil resiko. Apabila
memang sudah merasa lelah, pergilah mencari seseorang yang dapat membuatmu
bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar