Emha Ainun Najib
BUNDA AIRMATA
Kalau engkau menangisIbundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan
Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan
naik pitam kepada hidupmu
Kalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma
butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dr airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah
kepadamu
Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
KRITIK / TELAAH MENGENAI
PUISI “BUNDA AIRMATA”
Budayawan bernama Muhammad Ainun Najib yang juga kita kenal dengan Emha Ainun Najib atau Cak Nun yang lahir pada tanggal 27 Mei 1953, Jombang, Jawa Timur adalah seorang tokoh intelektual berkebangsaan Indonesia yang mengusung nafas Islami. Emha juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, dan pemikir yang menularkan gagasan-gagasannya melalui buku-buku yang ditulisnya. Kepiawian Cak Nun dalam berpuisi sudah tidak diragukan lagi. Salah satu karya puisi indahnya tentang seroang ibu.
B. Alur Cerita
Puisi ini berjudul “Ibunda Airmata” yang diciptakan dan dibacakan oleh tokoh Emha Ainun Najib atau yang biasa dipanggil dengan Cak Nun. Puisi ini menceritakan tentang betapa berharga dan sangat dilindungilah sosok seorang ibu oleh yang Maha Kuasa. Saat anaknya bersedih dan menangis, sosok ibu yang sangat merasa kesakitan dan sangat bersedih, dan dia bersedia mengusap airmata anaknya. dan saat ibu merasakan kesakitan dan bersedih, Tuhan menyiapkan kebahagiaan bagi beliau dan mengusap airmatanya. Namun saat ibu tersakiti dan beliau meneteskan airmata karena perlakuan anaknya, Tuhan dan para malaikatnya tidak terima dan marah, yang membuat Tuhan murka dan tidak akan membuka pintu surga untuk anaknya.
C. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Puisi ini sangat memikat dan membuat hati ikut menangis karena teringat akan dosa-dosa yang telah dilakukan terhadap ibu.
Kata-kata yang digunakan sangat bermakna dan menyentuh.
Kekurangan (tidak ada).
D. Simpulan
Puisinya menurut saya sempurna, ridho Tuhan dan hati seorang ibu sangat dekat dan melekat, sehingga saat kita menginginkan ridho Tuhan, kita harus mendapatkan ridho ibu dahulu.
E. Saran
Puisi ini mengajarkan kita untuk banyak-banyak mengenang ibu dan kasih sayangnya yang begitu dalam, sehingga beliau akan menitikkan air mata untuk setiap kesusahan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar